Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 29 September 2023, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) memastikan komitmen keberlanjutan dalam melindungi lingkungan dari dampak pelayaran melalui kerangka peraturan yang kuat.

Hal ini ditegaskan dalam HUT ke-50 Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal, International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) pada 28 September 2023.

Perlindungan dan pencegahan lingkungan yang dimaksud mencakup pencegahan pencemaran lingkungan laut oleh kapal karena operasional atau kecelakaan.

Baca juga: Dorong Hilirisasi dan Isu Keberlanjutan, AII Pertemukan Inventor dan Industri

Seperti diketahui, pelayaran internasional mengangkut lebih dari 80 persen perdagangan global untuk masyarakat dan komunitas di seluruh dunia.

Pelayaran dianggap sebagai metode transportasi internasional yang paling efisien dan hemat biaya untuk sebagian besar barang.

Pelayaran juga menyediakan sarana transportasi barang yang dapat diandalkan dan berbiaya rendah secara global, memfasilitasi perdagangan dan membantu menciptakan kesejahteraan antar bangsa dan masyarakat.

Tema keberlanjutan ini juga bertujuan untuk mendorong dialog lebih lanjut mengenai tahap selanjutnya dari upaya IMO guna lebih meningkatkan pemanfaatan dan perlindungan berkelanjutan terhadap planet dan lautan sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB tahun 2030 dan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca juga: Banyak Perusahaan Ingin Terapkan Keberlanjutan, Perlu Strategi Tepat Sasaran

Termasuk energi yang terjangkau dan bersih (SDGs 7), industri, inovasi dan infrastruktur (SDGs 9); aksi iklim dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan (SDGs 13 dan 14); dan pentingnya kemitraan dan implementasi untuk mencapai tujuan (SDGs 17).

IMO menegaskan, dunia bergantung pada industri pelayaran internasional yang aman, terjamin, dan efisien, yang merupakan komponen penting dari setiap program pertumbuhan ekonomi ramah lingkungan pada masa depan dengan cara yang berkelanjutan.

Promosi pelayaran dan pembangunan maritim berkelanjutan merupakan salah satu prioritas utama IMO pada tahun-tahun mendatang.

Oleh karena itu, efisiensi energi, teknologi dan inovasi baru, pendidikan dan pelatihan maritim, keamanan maritim, manajemen lalu lintas maritim dan pengembangan infrastruktur maritim serta pengembangan dan penerapan standar global akan mendukung komitmen IMO secara kelembagaan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau