Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presidium GKIA Luncurkan Buku MPASI Kaya Protein Berbasis Pangan Lokal

Kompas.com - 13/02/2024, 12:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) meluncurkan buku makanan pendamping air susu ibu (MPASI) kaya protein untuk mencegah stunting pada anak pada Senin (12/2/2024).

Buku tersebut disusun oleh Presidium GKIA, dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Maranatha, Kementerian Kesehatan, dan bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Buku MPASI itu disusun dengan latar belakang masih tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6 persen.

Baca juga: Angka Stunting NTT Ditarget Turun Jadi 10 Persen Tahun Ini

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan Lovely Daisy mengatakan, angka stunting meningkat saat anak mulai mendapat MPASI, dari usia enam bulan sampai dua tahun.

Untuk mencegah stunting pada anak, maka MPASI yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan gizi dan kaya protein hewani.

“Buku ini diharap menjadi salah satu sumber informasi keluarga agar semakin memahami kebutuhan gizi seimbang anak, sesuai tahap perkembangannya,” kata Lovely dalan keterangan tertulis yang disiarkan oleh WVI.

Dia memambahkan, buku MPASI tersebut juga menyajikan contoh penyiapan menu sesuai ketersediaan pangan lokal.

Baca juga: Makan Siang Tidak Efektif Atasi Stunting, Harus dari Kandungan

Pencegahan stunting sejatinya perlu dilakukan bahkan sejak calon ibu mempersiapkan kehamilan dirinya dengan mengonsumsi protein yang tinggi.

Tak berhenti sampai di situ, pencegahan stunting juga harus terus dilanjutkan saat ibu hamil hingga bayi lahir sampai berusia dua tahun atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

1.000 HPK disebut merupakan masa emas tumbuh kembang anak.

Buku tersebut mempromosikan MPASI kaya protein dari bahan pangan lokal yang sehat, bergizi, serta aman untuk bayi dan anak. Buku tersebut dapat diunduh secara gratis melalui situs wahanavisi.org.

Baca juga: Cegah Stunting di Masa Depan, Remaja Putri Perlu Cukupi Kebutuhan Nutrisi

Resep-resep yang digunakan dalam buku tersebut berasal dari resep para orangtua di berbagai daerah di Indonesia seperti Lampung, Gowa, Pekanbaru, Sleman, Aceh, Yogyakarta, Jakarta Timur, dan Surabaya.

Mereka adalah pemenang lomba resep MPASI yang diadakan oleh GKIA tahun 2022 dengan juri perwakilan dari Presidium GKIA, Kementerian Kesehatan, dan BKKBN.

Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku WVI Vita Aristyanita mengatakan, menurut penelitian terhadap 30.432 anak berusia enam sampai 23 bulan dari 49 negara, ada bukti kuat hubungan antara stunting dan indikator konsumsi pangan hewani.

“Hasil penelitian itu juga menyimpulkan bahwa mengonsumsi beragam pangan hewani lebih menguntungkan daripada mengonsumsi satu jenis pangan hewani,” jelas Vita.

Pangan hewani penting untuk mencegah stunting karena mengandung asam amino yang lebih lengkap serta mempunyai protein, vitamin, dan mineral yang lebih baik karena kandungannya lebih banyak dan mudah diserap tubuh.

Baca juga: Asap Rokok Konvensional dan Elektrik Dianggap Berisiko Bagi Ibu Hamil Lahirkan Bayi Stunting

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Dorong Pengembangan Berkelanjutan, BCA Luncurkan Kampanye Gandeng Nicholas Saputra

Swasta
Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

Gandeng Konsorsium Perusahaan Jepang, Rekosistem Ikut Kelola Sampah di Mojokerto

LSM/Figur
Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 3 Indeks Ekonomi Hijau se-Asia Tenggara

LSM/Figur
Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Dunia Menanti Negosiasi Perjanjian Polusi Plastik di Kanada

Pemerintah
Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Bisa Jadi Pelopor Kesetaraan Gender

Pemerintah
Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Australia-Indonesia Kerja Sama Pajak Kripto, Deteksi Aset Kedua Negara

Pemerintah
Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

Tantangan Tingginya Kanker di Indonesia: Gaya Hidup Tak Sehat hingga Kurang Dana

LSM/Figur
Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Asia Pasifik Punya Tiket Emas Capai SDGs, tapi Terganjal Paradoks

Pemerintah
YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

YKI Luncurkan 2 Program Guna Edukasi Masyarakat Soal Kanker

LSM/Figur
Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Dunia Hadapi Masalah Air akibat Krisis Iklim, Ini Usul RI

Pemerintah
Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Hasilkan Data Stunting Sesuai, Pengukuran Balita di Posyandu Harus Seragam

Pemerintah
KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

KLHK Gelar Festival Pengendalian Lingkungan, Ajak Pulihkan Alam

Pemerintah
ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

ANJ Gelar Sekolah Konservasi bagi Anak-anak Muda

Swasta
Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

Dampak Perubahan Iklim, Eropa Memanas 2 Kali Lipat Dibanding Benua Lainnya

LSM/Figur
Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Ford Foundation Dukung Registrasi Wilayah Adat Tapanuli Utara dan Luwu Utara

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com