Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 Agustus 2024, 15:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang bertujuan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam perekonomian selama mungkin.

Dengan sistem seperti itu, diharapkan dapat meminimalkan kerusakan sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh pendekatan ekonomi linear.

Ekonomi sirkular tidak hanya urusan makro yang membutuhkan peran negara. Namun, kita juga bisa melakukan upaya tersebut dari rumah, dimulai dari diri sendiri.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima contoh aksi yang mendukung ekonomi sirkular dimulai dari rumah.

Baca juga: DLH Jakarta Gelar Festival Ekonomi Sirkular di Menteng, Edukasi Limbah

Kurangi penggunaan plastik

Cara terbaik untuk membuat daur ulang dan ekonomi sirkular lebih efektif adalah dengan mengurangi jumlah plastik sekali pakai yang diproduksi, digunakan, dan dibuang. 

Dengan mengurangi penggunaan plastik, upaya daur ulang juga lebih sedikit dan kita bisa berhemat dengan menggunakan peralatan yang digunakan berulangkali.

Pilih dan pilah sampah

Memilih dan memilah sampah merupakan upaya sederhana yang bisa mewujudkan ekonomi sirkular dari rumah.

Sampah-sampah yang bisa diduar ulang bisa tersalur dengan baik ke tempat daur ulang bila kita memilahnya.

Sedangkan sampah anorganik bisa kita manfaatkan untuk berbagai kebutuhan, salah satunya adalah pupuk kompos.

Baca juga: Coca-Cola Dukung Ekonomi Sirkular, Terapkan Daur Ulang Botol RPET

Memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak

Memperbaiki suatu barang hingga dapat digunakan kembali berarti mengurangi satu barang yang perlu dibeli.

Dengan demikian, memperbaiki peralatan rumah tangga yang ruak, alih-alih membeli barang baru, kita bikut serta menerapkan ekonomi sirkular.

Namun perbaikan biasanya memerlukan peralatan, waktu, dan keterampilan yang tidak semua orang memilikinnya. 

Salah satu solusi untuk memperbaiki dalam ekonomi sirkular adalah dengan berjejaring dan membentuk komunitas reparasi.

Di komunitas tersebut, orang-orang dapat memperbaiki barang-barang yang rusak dengan peralatan yang tersedia dan ada sukarelawan ahli yang siap membantu.

Komunitas tersebut juga bisa menjadi tempat belajar bagi orang-orang yang ingin mengasah keterampilan dalam memperbaiki sebuah barang.

Baca juga: Tiga Tantangan Ekonomi Sirkular, Satu di Antaranya Daur Ulang

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bisakah Biodiesel dan Bioetanol Indonesia Jadi Solusi Harga BBM Mahal, Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran?
Bisakah Biodiesel dan Bioetanol Indonesia Jadi Solusi Harga BBM Mahal, Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran?
LSM/Figur
Ketergantungan Gas Impor ASEAN Bisa Ditanggulangi dengan Tenaga Surya
Ketergantungan Gas Impor ASEAN Bisa Ditanggulangi dengan Tenaga Surya
Pemerintah
Meski Potensial Ganti Minyak Bumi, Sejumlah Bahan Baku Produksi Biodiesel Masih Impor
Meski Potensial Ganti Minyak Bumi, Sejumlah Bahan Baku Produksi Biodiesel Masih Impor
LSM/Figur
Cegah Konflik Manusia-Gajah, Kemenhut Pasang Pembatas di TN Way Kambas
Cegah Konflik Manusia-Gajah, Kemenhut Pasang Pembatas di TN Way Kambas
Pemerintah
Gejolak LPG Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Bisakah Indonesia Beralih ke EBT?
Gejolak LPG Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Bisakah Indonesia Beralih ke EBT?
Pemerintah
Krisis Energi, Indonesia Bisa 'Tanam' BBM demi Ketahanan Nasional
Krisis Energi, Indonesia Bisa "Tanam" BBM demi Ketahanan Nasional
Pemerintah
Penyakit Kronis Meningkat, Makanan UPF hingga Bahan Bakar Fosil Jadi Pemicu
Penyakit Kronis Meningkat, Makanan UPF hingga Bahan Bakar Fosil Jadi Pemicu
LSM/Figur
Gelombang Panas Picu Kematian Dini, 90 Persen Terjadi di Negara Miskin
Gelombang Panas Picu Kematian Dini, 90 Persen Terjadi di Negara Miskin
LSM/Figur
Sektor Ritel Pangan di Asia Dinilai Minim Komitmen Tekan Emisi Metana
Sektor Ritel Pangan di Asia Dinilai Minim Komitmen Tekan Emisi Metana
LSM/Figur
Krisis Timur Tengah, China Gandeng Asia Tenggara Perkuat Pemanfaatan Energi Terbarukan
Krisis Timur Tengah, China Gandeng Asia Tenggara Perkuat Pemanfaatan Energi Terbarukan
Pemerintah
Panas Ekstrem Bisa Ganggu Aktivitas Sehari-hari Manusia
Panas Ekstrem Bisa Ganggu Aktivitas Sehari-hari Manusia
LSM/Figur
Diskon dari China Dicabut, Harga Panel Surya di Afrika Terancam Naik
Diskon dari China Dicabut, Harga Panel Surya di Afrika Terancam Naik
Pemerintah
Ketika Perang Memanaskan Bumi
Ketika Perang Memanaskan Bumi
Pemerintah
Pemanasan Global 2 Derajat Celsius Bisa Lebih Berbahaya dari Perkiraan
Pemanasan Global 2 Derajat Celsius Bisa Lebih Berbahaya dari Perkiraan
LSM/Figur
Ini Penyebab Terumbu Karang Sulit Pulih Setelah Rusak
Ini Penyebab Terumbu Karang Sulit Pulih Setelah Rusak
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau