Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Transisi Energi Bersih Berkelanjutan, Kalbe Morinaga Resmikan PLTS Atap di Karawang

Kompas.com, 6 Oktober 2024, 16:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - PT Kalbe Morinaga Indonesia bersama PT Aruna Cahaya Pratama dan PT Tatajabar Sejahtera meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Indotaisei, Cikampek, Karawang, Jawa Barat (3/10/2024).

Instalasi PLTS Atap di fasilitas Cikampek dengan 1.245,87 kWp ini menegaskan komitmen Kalbe Morinaga Indonesia mendukung gerakan nasional menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan.

"Sebagai bagian dari upaya mendukung target pemerintah Indonesia mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060, kami merasa bertanggung jawab untuk turut serta mengambil langkah-langkah proaktif demi masa depan yang lebih hijau," tegas Andy Chendra, President Director PT Kalbe Morinaga Indonesia.

"Kami percaya setiap langkah menuju keberlanjutan, sekecil apapun, akan memberikan inspirasi dan dampak positif bagi generasi mendatang," lanjutnya.

Dengan instalasi PLTS Atap ini, PT Kalbe Morinaga Indonesia yang merupakan bagian dari Kalbe Group, mampu mengurangi emisi karbon hingga 1.166 ton CO2 per tahun. Proyek ini melanjutkan fasilitas PLTS Atap di Kalbe Nutritionals yang mampu mengurangi emisi hingga 2.104 ton CO2 per tahun.

Dengan adanya dua inisiatif tersebut, Kalbe Group memperkuat komitmennya dalam transisi ke energi hijau di seluruh rantai produksi, menciptakan kesinambungan dalam penerapan energi terbarukan yang diharapkan dapat menjadi contoh industri lain.

“Kami merasa bangga atas sinergi yang terjalin dengan PT Kalbe Morinaga Indonesia dalam instalasi PLTS Atap. Kerja sama ini merupakan langkah penting menuju pencapaian visi bersama untuk menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," ungkap Robby Eduardo Quento, Presiden Direktur PT Aruna Cahaya Pratama.

"Saya yakin bahwa adopsi teknologi PLTS akan membawa dampak positif yang signifikan dalam pengelolaan energi dan peningkatan efisiensi operasional,” tambah Robby.

Dalam kesempatan sama, Hengky Angkiriwang, Asst. General Manager PT Tatajabar Sejahtera mengapresiasi kolaborasi pembangunan PLTS Atap di pabrik PT Kalbe Morinaga Indonesia.

“Proyek ini menjadi bukti nyata komitmen PT Kalbe Morinaga Indonesia dalam mendukung Gerakan Pengurangan Emisi Karbon di Indonesia dan memenuhi kebutuhan energi hijau, yang mencapai hampir 75 persen dari beban puncak listrik perusahaan," jelas Hengky.

Baca juga: Penetrasi PLTS China Makin Tinggi, Sumbang Separuh Penambahan Global

"Dengan adanya PLTS Atap ini, kami berharap PT Kalbe Morinaga Indonesia dapat terus beroperasi secara lebih ramah lingkungan, serta menjadi contoh bagi perusahaan lain di kawasan industri untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Efisiensi Pemanfaatan Energi Surya

Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pabrik PT Kalbe Morinaga Indonesia di Kawasan Industri Indotaisei, Cikampek, Jawa Barat (3/10/2024).DOK. KALBE MORINAGA Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pabrik PT Kalbe Morinaga Indonesia di Kawasan Industri Indotaisei, Cikampek, Jawa Barat (3/10/2024).

Dengan teknologi terbaru yang diimplementasikan dalam PLTS Atap ini, Kalbe Morinaga Indonesia mampu memaksimalkan efisiensi pemanfaatan energi surya, memastikan setiap kWh energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara optimal.

Teknologi pemantauan energi canggih memungkinkan perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi, menjadikan Kalbe Morinaga Indonesia sebagai salah satu fasilitas produksi terdepan di Indonesia yang sepenuhnya didukung energi terbarukan.

Menurut data Copernicus Climate Change Service (C3S), bumi mencatatkan suhu tertinggi dalam sejarah pada Juli 2024, dengan suhu rata-rata global mencapai 17,6 derajat Celsius.

Angka ini mencerminkan dampak nyata dari peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama akibat penggunaan bahan bakar fosil dalam berbagai sektor industri dan transportasi.

Instalasi PLTS Atap ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian PT Kalbe Morinaga Indonesia terhadap krisis lingkungan yang semakin memburuk.

Lebih dari sekadar inovasi pemanfaatan energi, Andy Chendra menyampaikan, proyek PLTS Atap ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Kalbe Morinaga Indonesia dalam menerapkan praktik ramah lingkungan di seluruh rangkaian proses produksi.

Baca juga: Lazada Indonesia Mulai Manfaatkan PLTS untuk Suplai Listrik di Gudang Utama

Melalui PLTS Atap, PT Kalbe Morinaga Indonesia menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau, serta menambah daya dukung terhadap upaya global dalam menurunkan dampak perubahan iklim ekstrem.

“Menariknya, kini pabrik sebagian besar telah bebas dari ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hal ini menjadikannya salah satu fasilitas produksi terdepan di Indonesia yang sepenuhnya didukung energi terbarukan,” tutup Andy Chendra.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau