Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nol Emisi Kini Bukan Sekedar Mimpi Ibu Pertiwi...

Kompas.com, 31 Oktober 2024, 20:40 WIB
Wahyu Adityo Prodjo,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

PLN juga menyusun kembali RUPTL terhijau itu dengan transformasi agresif yang disebut Accelerated Renewable Energy Development (ARED).

Baca juga: PLN Gandeng Sembcorp Garap Proyek Hidrogen Hijau Terbesar di Asia Tenggara

Program ARED berfokus kepada pengurangan bertahap penggunaan batubara pada PLTU atau yang dikenal dengan coal phase down. Langkah ini memfasilitasi penambahan kapasitas pembangkit yakni 75 persen pembangkit akan berbasis EBT dan 25 persen berbasis gas hingga tahun 2040.

“Hal ini menandai komitmen besar dalam transisi energi di sektor ketenagalistrikan Indonesia, di mana penambahan kapasitas pembangkit 75 persen berbasis pada energi baru terbarukan (EBT) dan 25 persen berbasis pada gas,” jelas Wiluyo dalam keterangannya.

PLN juga ke depannya telah menghilangkan daftar pembangunan PLTU dalam rencana investasi. Hingga tahun 2040, PLN PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit berbasis EBT sebesar 66.000 MW hingga tahun 2040.

Pengembangan energi terbarukan di PLN meliputi tenaga surya, angin, panas bumi, dan biomassa akan dipercepat dan diharapkan mampu menggantikan peran energi fosil dalam jangka panjang.

Program co-firing PLN EPI kini telah diterapkan di 46 PLTU, dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan substitusi batu bara. Inisiatif ini akan diperluas menjadi 52 PLTU pada tahun 2025.

Baca juga: Manfaatkan Biomassa, PLN EPI Turunkan Emisi Karbon 2,9 Juta Ton CO2 hingga Agustus 2024

Lewat biomassa dalam teknologi co-firing di PLTU, PLN berhasil mereduksi emisi hingga 1,05 Juta ton CO2e dan memproduksi energi bersih sebesar 1,04 terawatt hour (TWh) sepanjang 2023.

Capaian sepanjang tahun 2023 meningkat jika dibandingkan realisasi tahun 2022. Dalam produksi reduksi emisi misalnya, PLN mampu menambah pengurangan emisi hingga 450.000 ton CO2. Produksi energi bersih pun tumbuh hingga lebih dari 77 persen dari realisasi tahun 2022 sebesar 575 gigawatt hour (GWh).

Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil mereduksi emisi karbon hingga 52,3 juta ton secara keseluruhan. Jumlah penurunan emisi karbon yang besar tersebut merupakan buah dari upaya lima di antaranya menggunakan teknologi co-firing hingga efisiensi jaringan transmisi PLTU.

PLN juga akan memulai perdagangan karbon di 55 PLTU melalui mekanisme carbon trading. Selain itu, PLN telah mengeluarkan inovasi produk hijau melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC).

PLN Indonesia Power akan menggunakan green ammonia sebagai bahan bakar di PLTU Labuan untuk mendukung transisi energi berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi penggunaan batu bara dan menurunkan emisi karbon di sektor kelistrikan. PLN Indonesia Power akan menggunakan green ammonia sebagai bahan bakar di PLTU Labuan untuk mendukung transisi energi berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi penggunaan batu bara dan menurunkan emisi karbon di sektor kelistrikan.
Darmawan menjelaskan, sebagai lokomotif transisi energi, PLN mendukung penuh kebutuhan sektor bisnis dan industri terhadap pasokan listrik hijau melalui Green Energy as a Service (GEAS) dengan produk unggulannya REC. Langkah ini searah dengan target Pemerintah untuk mencapai status NZE di tahun 2060.

REC PLN merupakan produk kerja sama PLN dan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA), merupakan bukti kepemilikan sertifikat berstandar internasional untuk produksi tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit energi terbarukan.

Hingga semester 1 2024, layanan listrik hijau telah dinikmati oleh 5.407 pelanggan dengan total kapasitas mencapai 2,35 terawatt hours (TWh). Angka ini meningkat 65 persen dibanding periode yang sama di tahun 2023 yang sebanyak 1.829 pelanggan dengan kapasitas sebesar 1,42 TWh.

Baca juga: Di Lestari Summit, PLN EPI Beberkan Program Co-Firing Biomassa untuk Energi Berkelanjutan

Selain itu, PLN juga mengadopsi REC untuk penggunaan listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN periode 2022 hingga 2023. Artinya, SPKLU milik PLN kini menggunakan 100 persen listrik dari energi baru terbarukan (EBT). Pengguna kendaraan listrik yang mengisi daya di SPKLU milik PLN menikmati transportasi tanpa emisi secara nyata.

PT PLN juga mengakselerasi pengembangan hidrogen sebagai solusi keberlanjutan. Hidrogen merupakan salah satu sumber energi alternatif dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta milik PLN Indonesia PowerDok. PLN Indonesia Power Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta milik PLN Indonesia Power

Darmawan menambahkan, dalam mengembangkan teknologi baru seperti hidrogen, PLN terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Momerandum of Understanding (MoU) dengan Hidrogene De France (HDF) Energy untuk menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen dalam rangka penyusunan roadmap strategi PLN di Indonesia pada Forum IISF 2024.

Langkah nyata penggunaan hidrogen sebagai energi bersih diwujudkan PLN melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) dengan meresmikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Pluit, Jakarta. GHP ini 100 persen bersumber dari EBT dan mampu memproduksi 51 ton hidrogen per tahun.

Baca juga: PLN Gandeng Sembcorp Garap Proyek Hidrogen Hijau Terbesar di Asia Tenggara

Green hydrogen (hidrogen hijau) merupakan sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air dan tidak meninggalkan residu di udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca.

PLN EPI pun melakukan kerjasama dengan menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement/JDA) dengan Sembcorp Industries (Sembcorp) untuk pengembangan fasilitas produksi hidrogen hijau di Sumatra, Indonesia.

Ilustrasi stasiun pengisian hidrogen. Dok. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ilustrasi stasiun pengisian hidrogen.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan proyek ini memiliki kapasitas produksi mencapai 100.000 metrik ton per tahun dan akan menjadi proyek hidrogen hijau terbesar di Asia Tenggara, serta berperan penting dalam membentuk pusat hidrogen hijau regional yang menghubungkan Sumatra, Kepulauan Riau, dan Singapura.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Priyanto Rohmatullah menilai inisiatif PLN bersama berbagai pihak dalam mendukung pemerintah untuk menuju status NZE pada tahun 2060 sangat positif.

Priyanto berharap PLN bisa meningkatkan skala penggunaan energi terbarukan untuk menghasilkan listrik hijau yang bisa meningkatkan ekonomi sirkular atau ekonomi kerakyatan.

“Yang perlu juga ditingkatkan adalah awareness pemerintah daerah terkait ekonomi sirkular,” ujar Priyanto saat ditemui Kompas.com di Jakarta pada Selasa (29/10/2024).

Ia menyoroti pentingnya pemerintah daerah untuk menyadari setiap langkah untuk mendukung inisiasi energi bersih. Priyanto menambahkan, potensi penggunaan RDF seperti yang digunakan oleh PLN di berbagai daerah bisa digunakan untuk pengganti batu bara sebagai bahan baku co-firing.

Manajer PLN IP UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo (kanan) tengah memastikan kualitas biomassa sawdust pada PLTU Bengkayang yang kini telah menjalankan program co-firing sebesar 10 persen dari total energi primer yang digunakan.Dok. PLN Indonesia Power Manajer PLN IP UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo (kanan) tengah memastikan kualitas biomassa sawdust pada PLTU Bengkayang yang kini telah menjalankan program co-firing sebesar 10 persen dari total energi primer yang digunakan.
Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov dalam acara Electrifying The Future: Strategi Hijau untuk Akselerasi Net Zero Emissions‘ yang digelar di Jakarta pada September lalu menilai peran penting PLN dalam mempercepat transisi energi dari pembangkit berbasis fosil ke energi terbarukan.

“Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Indonesia menargetkan penambahan sekitar 51 persen pembangkit listrik akan berasal dari energi terbarukan pada tahun 2030. Ini adalah langkah yang sangat progresif menuju masa depan yang lebih hijau,” kata Abra dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Sampah di Daerah Bisa Diolah Jadi Biomassa untuk Cofiring PLTU

Pada akhirnya, mimpi Indonesia untuk mencapai NZE pada tahun 2060 perlu terus dikejar dan diwujudkan dengan semangat kolaborasi. Langkah PLN sebagai salah satu BUMN milik negara bisa menjadi rujukan berbagai pihak dalam upaya kolaborasi untuk mewujudkan bumi yang lestari dan khususnya dalam menjadikan Indonesia yang lebih sehat.

Nol emisi bagi saya, kini bukan sekedar mimpi ibu pertiwi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
LSM/Figur
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Pemerintah
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Swasta
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Disebut Unik, Apa Maksudnya?
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Disebut Unik, Apa Maksudnya?
Pemerintah
Pesut Mahakam Terancam Punah dan Tinggal 66 Ekor, KLH Siapkan Langkah Darurat
Pesut Mahakam Terancam Punah dan Tinggal 66 Ekor, KLH Siapkan Langkah Darurat
Pemerintah
Kasus Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Masih Telusuri Pelaku
Kasus Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Masih Telusuri Pelaku
Pemerintah
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau