Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 Mei 2023, 14:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dapat ditemukan di sini.

  • Lokasi: Banten dan Jawa Barat
  • Pengelola: Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak

4. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango secara administrastif berada dalam tiga kabupaten di Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango secara total memiliki luas 24.270,80 ha.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan kawasan konservasi yang pertama di Indonesia yang awalnya ditetapkan sebagai Cagar Alam Cibodas pada 1889.

Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat dilihat di sini.

  • Lokasi: Jawa Barat
  • Pengelola: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

5. Taman Nasional Gunung Ciremai

Potret keindahan jalur pendakian Gunung Ciremai via Trisakti Sadarehe di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka yang baru dibuka untuk umum pada Jumat (26/8/2022).Dok. TNGC Potret keindahan jalur pendakian Gunung Ciremai via Trisakti Sadarehe di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka yang baru dibuka untuk umum pada Jumat (26/8/2022).

Taman Nasional Gunung Ciremai adalah kawasan taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat.

Taman Nasional Gunung Ciremai secara administratif terbagi ke dalam tiga kabupaten yaitu Kuningan seluas 8.792,21 ha, Majalengka seluas 6.031,26 ha, dan Cirebon seluas 17,83 ha.

Beberapa Taman Nasional Gunung Ciremai adalah habitat sejumlah satwa langka yaitu macan kumbang, surili, dan elang jawa.

Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Gunung Ciremai dapat ditemukan di sini.

  • Lokasi: Jawa Barat
  • Pengelola: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

6. Taman Nasional Gunung Merbabu

Gunung Merbabu dilihat dari Gunung Telomoyo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Merbabu dilihat dari Gunung Telomoyo.

Taman Nasional Gunung Merbabu terletak di tiga kabupaten di Jawa Tengah yaitu Magelang, Boyolali, dan Semarang.

Taman Nasional Gunung Merbabu memiliki luas 5.820,49 ha dengan 36 desa penyangga.

Salah satu daya tarik Taman Nasional Gunung Merbabu adalah wisata pendakian seluas 16,43 ha yang dapat ditempuh melalui jalur pendakian Selo, Wekas, Cuntel, dan Tekelan.

Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Gunung Merbabu dapat ditemukan di sini.

  • Lokasi: Jawa Tengah
  • Pengelola: Balai Taman Nasional Gunung Merbabu

7. Taman Nasional Karimunjawa

Menara pandang di Wisata Mangrove Karimunjawa.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Menara pandang di Wisata Mangrove Karimunjawa.

Taman Nasional Karimunjawa memiliki luas kawasan 111.625 ha dengan rincian 1.507,72 ha luas daratan dan 110.117,30 ha perairan.

Secara geografis, Taman Nasional Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.

Informasi lengkap mengenai Taman Nasional Karimunjawa dapat ditemukan di sini.

  • Lokasi: Jawa Tengah
  • Pengelola: Balai Taman Nasional Karimunjawa

8. Taman Nasional Gunung Merapi

Gunung Merapi dilihat dari Bendungan Kendalsari atau Karangkendal, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Gunung Merapi diketahui memiliki dua kubah lava setelah ditemukan kemunculan kubah lava baru pada 2021.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Merapi dilihat dari Bendungan Kendalsari atau Karangkendal, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Gunung Merapi diketahui memiliki dua kubah lava setelah ditemukan kemunculan kubah lava baru pada 2021.

Taman Nasional Gunung Merapi terletak lintas provinsi yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di Jawa Tengah, Taman Nasional Gunung Merapi berada di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Sedangkan di DIY taman nasional ini berada di Kabupaten Sleman.

Dikutip dari laman tribunjogjawiki.tribunnews.com, kawasan Taman Nasional Gunung Merapi memiliki luas total sekitar 6.410 ha.

  • Lokasi: Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
  • Pengelola: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

9. Taman Nasional Baluran

Memotret Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur menggunakan kamera 200 MP dari Samsung Galaxy S23 Ultra, Senin (13/3/2023)KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Memotret Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur menggunakan kamera 200 MP dari Samsung Galaxy S23 Ultra, Senin (13/3/2023)

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Disebut Unik, Apa Maksudnya?
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Disebut Unik, Apa Maksudnya?
Pemerintah
Pesut Mahakam Terancam Punah dan Tinggal 66 Ekor, KLH Siapkan Langkah Darurat
Pesut Mahakam Terancam Punah dan Tinggal 66 Ekor, KLH Siapkan Langkah Darurat
Pemerintah
Kasus Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Masih Telusuri Pelaku
Kasus Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Masih Telusuri Pelaku
Pemerintah
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Pemerintah
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU
BUMN
Membangun dari Manusia, Ini Cara Bakti BCA Memberdayakan Individu hingga Komunitas
Membangun dari Manusia, Ini Cara Bakti BCA Memberdayakan Individu hingga Komunitas
BrandzView
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau