Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Pasukan Perdamaian PBB Internasional, Upaya Ciptakan Dunia yang Adil, Setara, dan Berkelanjutan

Kompas.com - 03/06/2024, 13:54 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com – Hari Pasukan Perdamaian PBB Internasional atau International Day of UN Peacekeepers jatuh setiap 29 Mei. Tahun ini, peringatannya digelar di Markas Besar PBB di Jenewa, Swiss, Jumat (31/5/2024).

Sebagai informasi, perayaan tahun ini merupakan yang ke-76 tahun. Selama itu pula, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB telah berupaya menyelamatkan dan mengubah kehidupan di situasi politik dan keamanan di dunia.

Perayaan dihadiri Sekjen PBB Jenewa, Presiden Markas Besar Soldiers of Peace International Association (SPIA), yakni Laurent Attar Bayrou ,Tibor Albert , dan seluruh mantan Penjaga Perdamaian PBB, juga Perwakilan SPIA di seluruh dunia.

Adapun SPIA Indonesia dipimpin oleh Rantastia Nur Alangan dengan membawa perwira-perwira dari pasukan elit terpilih, yaitu Denjaka, Densus 88, Kopassus, Navy Seal, Marinir, dan Perwakilan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Edwin Adrian Sumantha, Kolonel Arief Rahman Hakim, Kolonel Tri Ambar Nugroho, Kolonel Ario Sasongko, Kolonel Ferry Mulyadi, dan Kombes (Pol) Aswin Azhar Siregar.

“(Perayaan) ini merupakan momen yang sangat bersejarah bagi siapa pun di dunia. (Lewat peringatan ini, kita tahu pentingnya fungsi Pasukan Perdamaian PBB). Sebab, hingga saat ini, kita masih menyaksikan konflik. Hal ini sangat memprihatinkan,” ujar Rantastia.

Lebih lanjut Rantastia mengatakan prihatin dan tidak dapat berbuat banyak terhadap kondisi konflik yang ada di berbagai negara dan wilayah.

"Kami berduka atas kematian para korban perang,” ujarnya.

Dorong dunia yang adil, setara, dan berkelanjutan

Hari Pasukan Perdamaian PBB Internasional diperingati sekaligus melihat kembali kontribusi nyata militer, polisi, dan pasukan penjaga perdamaian sipil selama tujuh dekade terakhir.

Peringatan juga sekaligus merangkum semangat kemajuan dan tindakan kolektif untuk menciptakan dunia yang lebih setara, adil dan berkelanjutan.

“Mari bersama-sama di bawah SPIA, dorong perdamaian di berbagai belahan dunia melalui media sosial, seminar, pendidikan pembangunan perdamaian, penciptaan perdamaian, dan pemeliharaan perdamaian,” ajak Rantastia.

Ia menegaskan bahwa dunia akan aman jika tidak ada perang. Hal ini juga berdampak pada perekonomian, stabilitas sosial, dan juga keamanan. Karenanya, pihaknya dari SPIA Indonesia bertekad untuk melaksanakan misi PBB dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pendidikan.

Untuk diketahui, sejak 1948, lebih dari 2 juta personel berseragam dan sipil telah membantu negara-negara meninggalkan situasi perang untuk mendapatkan perdamaian.

Saat ini, ada lebih dari 70.000 pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di 11 misi yang dikerahkan di titik-titik konflik di seluruh dunia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com