KOMPAS.com - PT PLN Indonesia Power (IP) melakukan uji coba pencampuran bakar atau co-firing amonia hijau di Pembangkit Listrik Tenaga UAP (PLTU) Labuan 2x300 MW. Amonia hijau tersebut didapatkan dari hasil konversi dari hidrogen hijau.
Uji coba tersebut berhasil dilakukan di PLTU Labuan 2x300 MW dengan campuran pembakaran amonia 3 persen selama delapan jam dengan penggunaan 50 ton amonia.
Hasil kerja sama antara PLN Indonesia Power, IHI Corporation, dan Pupuk Kujang tersebut berpotensi menekan emisi karbon dari PLTU.
Baca juga: Pangkas Emisi Penerbangan, NASA Kembangkan Mesin Hidrogen Hibrida
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra menyampaikan, pengujian ammonia co-firing ini akan memberikan dampak yang signifikan pada pengurangan emisi karbon.
"Dari uji co-firing ammonia sebesar 3 persen ini dapat mengurangi penggunaan batu bara sebanyak 4,5 ton per jam dengan pengurangan karbon dioksida sebesar 9,45 ton karbon dioksida per jam selama pengujian. Atau berpotensi mengurangi karbon dioksida sebesar 70.640,64 ton karbon dioksida per tahun. Hal ini juga setara dengan menanam sekitar 70.000 pohon," sebut Edwin, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (27/2/2025).
Dalam kerja sama ini, Pupuk Kujang berperan sebagai produsen ammonia hijau yang sumber bahan bakunya di dapatkan dari unit-unit hydrogen plant PLN IP.
Sementara itu, IHI Corporation merupakan pemilik teknologi ammonia burner, bersama dengan PLN IP yang merupakan pemilik aset dari PLTU.
Baca juga: Pemerintah: Peta Jalan Kendaraan Hidrogen Terkendala Regulasi dan Insentif
"PLN IP akan terus berupaya memberikan energi bebas karbon yang ramah lingkungan serta mendukung visi Presiden Republik Indonesia yaitu swasembada energi dengan energi terbarukan," sebut Edwin.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN Hartanto Wibowo mengatakan, inovasi ammonia coifiring di PLTU Labuan yang dilakukan PLN IP akan terus ditingkatkan.
"Hari ini kita melakukan peristiwa bersejarah yaitu ammonia co-firing PLTU pertama di Indonesia. Pencapaian ini merupakan kolaborasi yang luar biasa. Hal ini adalah langkah kecil yang akan dilanjutkan dan terus ditingkatkan ke depan," ungkap Hartanto.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan kebanggaannya atas sinergi dari PLN IP, Pupuk Kujang, dan IHI Corporation.
Baca juga: Cara Produksi Hidrogen Berkelanjutan Dikembangkan, Bebas Emisi Karbon
Dia menuturkan, hal tersebut sejalan dengan Strategi Hidrogen Nasional (SHN) dan Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) Kementerian ESDM.
Dia menambahkan, uji coba tersebut menjadi bagian penting untuk upaya inisiasi penurunan emisi di PLTU yang saat ini berbahan bakar batu bara.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengatakan, sektor ketenagalistrikan berperan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal, berkualitas, dan terjangkau serta mewujudkan komitmen dalam mencapai net zero emission (NZE) 2060.
Dia menambahkan, sebagai bagian dari komitmen dalam mencapai transisi energi dan NZE 2060, Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) telah disusun dengan peta jalan yang jelas dan terukur.
"Salah satu program dalam mencapai transisi energi yaitu penerapan co-firing biomassa dan ammonia di PLTU untuk mengurangi emisi secara bertahap," kata Jisman.
Baca juga: Ekosistem Energi Hidrogen Indonesia Tertinggal, Belum Punya Standar
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya