"Dari sisi teknis, misalnya keterampilan di bidang keteknikan energi terbarukan, pemodelan sistem energi, penilaian dampak lingkungan, sampai aspek kesehatan dan keselamatan kerja," papar Martha.
"Tapi selain itu, skill non-teknik dan skill interdisipliner juga penting, seperti kebijakan publik, manajemen proyek, keuangan, dan administrasi, karena pengembangan sektor hijau ini sering melibatkan tata kelola usaha pada umumnya dengan pertimbangan keberlanjutan yang lebih kuat," imbuh dia.
Di sisi lain, masih terdapat kesenjangan keterampilan di kalangan generasi muda karena perkembangan teknologi dan industri hijau yang terus berubah.
Martha juga mengingatkan pentingnya memastikan transisi energi berlangsung secara adil bagi pekerja di sektor yang berpotensi terdampak seperti industri batu bara.
Para pekerja yang terdampak perlu mendapatkan dukungan melalui program peningkatan keterampilan maupun jaminan sosial agar tetap memiliki peluang kerja di sektor baru.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya