Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Green Jobs untuk Menuju "Net Zero Emissions"

Kompas.com - 05/11/2024, 21:30 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Green jobs dinilai penting untuk melestarikan lingkungan menuju net zero emissions (NZE). Pekerjaan hijau atau green jobs adalah pekerjaan yang berkontribusi untuk melestarikan dan memulihkan lingkungan.

Koordinator Pembinaan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Gilang Amaldi mengatakan, green jobs terkait dengan perubahan iklim.

Dia menjelaskan, perubahan iklim berdampak pada tidak menentunya hasil panen petani, bencana banjir besar di Spanyol yang baru-baru ini terjadi, hingga suhu dunia yang makin menghangat.

Baca juga:

"Jadi ketidakpastian ini menyebabkan perencanaan dalam penyikapan sesuatu yang terkait dengan alam ini juga berpengaruh," ujar Gilang dalam webinar Green Jobs Forum: Transisi Adil Menuju Keberlanjutan yang digelar Zona EBT, Selasa (5/11/2024).

"Memang tantangannya pentingnya green jobs ini membutuhkan padat modal, padat teknologi, dan butuh SDM yang cukup tinggi," imbuh dia.

Apabila unsur tersebut tidak terpenuhi, maka ekonomi hijau yang diharapkan dari green jobs tak akan tercapai.

Karenanya, Gilang menilai bahwa kebijakan regulasi, pendanaan, teknologi maupun sumber daya manusianya harus sama-sama dipersiapkan. Demikian pula dengan ekosistem pendukung.

"Ekonomi hijau bisa meningkatkan pendapatan domestik brutal kita, tetapi lingkungannya tetap terjaga dengan net zero emission di 2060," kata Gilang.

Gilang menyampaikan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menerapkan green jobs lantaran bonus demografi yang besar. Apalagi, tren juga menunjukkan kesadaran pentingnya industri hijau, infrastruktur hijau, dan teknologi hijau makin meningkat.

"Selain dari ekonomi hijau, ada juga ekonomi biru yang akan juga berimplikasi kepada green job di sektor ini. Yang paling penting memang kita harapannya bisa menciptakan lebih dari 15 juta pekerjaan lapangan baru terkait lapangan pekerjaan hijau," ucap dia.

Ia menekankan pentingnya pemenuhan indikator-indikator green jobs yang layak, termasuk upah dan waktu istirahat bagi para pekerja.

Baca juga:


"Harapannya dengan ada green jobs ini, kita bisa melaksanakan kepentingan nasional bagaimana energi tercukupi. Tetapi lingkungan tetap ramah, limbah berkurang, polusi berkurang," ungkap Gilang.

Pelaksaan green jobs pun perlu dilakukan dengan konsep dasar transisi yang berkeadilan. Misalnya, memakai sel surya, tenaga angin atau tenaga air secara bersamaan. Namun, hal itu berisiko menyebabkan PHK bagi pekerja batu bara.

"Bagaimana kita melakukan reskilling, upskilling, supaya mereka yang rentan ini juga tidak terkena dampak yang buruk dari adanya kebijakan tersebut," jelas Gilang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Pemerintah
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau