Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

75 SMPN di Bandung Berkompetisi Membuat Inovasi Transisi Energi

Kompas.com, 23 Desember 2023, 11:18 WIB
Alek Kurniawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perusahaan yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, menggelar acara grand final kompetisi Generasi Remaja Inovator Schneider (Generators) di Bandung, Rabu (20/12/2023).

Adapun grand final tersebut digelar dengan tema “Bandung Lautan Aksi 2023: Mengubah Bandung dengan Aksi Nyata Transisi Energi”.

Acara ini menampilkan 75 karya pelajar sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Bandung dengan mengangkat isu-isu terkait emisi karbon.

Baca juga: Percepat Net Zero Emission, Indonesia Perlu Bangun Infrastruktur Jaringan Kelistrikan Terdesentralisasi

Human Resourcers Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Sondang Saktion mengatakan, sebagai impact company, Schneider Electric mengedepankan inisiatif yang berdampak bagi keberlanjutan bumi dan generasi masa depan.

“Salah satu pilar inisiatif dan program kami adalah pengembangan talenta muda,” ucap Sondang dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Selama lima bulan penyelenggaraan Kompetisi Generators, Schneider Electric bekerja sama dengan Ancora Foundation, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Generation Educators (GenEd) untuk memberikan berbagai kegiatan learning platform.

Para peserta dapat mengakses beragam informasi terkait pengertian jejak karbon, bagaimana cara memberikan solusi menggunakan metode design thinking, serta menampilkan diskusi antara siswa dan ahli dari Schneider Electric mengenai topik yang berhubungan mengenai kelistrikan.

Baca juga: Jaringan 5G dan Perannya terhadap Keberlanjutan

Video pada learning platform tersebut mengombinasikan materi pembelajaran dengan activity worksheet untuk memperkaya wawasan peserta.

Di akhir program, grup peserta yang terdiri dari 5 pelajar ditantang untuk membuat proyek dengan kriteria solusi yang berdampak terhadap permasalahan sekitar dan berhubungan dengan transisi energi, lingkungan, serta gaya hidup.

“Tidak hanya diperuntukan bagi peserta didik, program Generators turut memfasilitasi tenaga pendidik dengan video-video interaktif berisi materi pembelajaran untuk membantu mereka dalam proses belajar mengajar,” kata Sondang.

Pada kesempatan yang sama, Corporate Citizenship Specialist Schneider Electric Aswita Wulandari Saragih menegaskan bahwa pengenalan terhadap masalah lingkungan dan sosial sejak dini kepada generasi muda sangat penting untuk dapat beradaptasi dan memiliki kompetensi mumpuni di era green jobs.

Baca juga: Smart Pumping, Upaya Konservasi Sumber Daya Air dalam Pemenuhan Standar Industri Hijau

“Menyuguhkan isu-isu ini secara sederhana, interaktif, dan memacu anak-anak untuk aktif terlibat dalam pembelajaran hingga menuangkannya ke dalam suatu proyek sangatlah penting,” jelasnya.

Aswita juga berharap bahwa setelah program selesai, para peserta didik dapat terus menumbuhkan rasa ingin tahu dan literasinya terhadap isu-isu sustainability, kemudian memiliki mindset problem solver untuk menjadi pribadi pembawa perubahan di daerahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar sependapat dengan pandangan dari Schneider Electric.

Dia mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran yang melibatkan pelaku industri secara langsung seperti Generators dapat memperkaya generasi muda dalam penguatan karakter dan wawasannya akan isu-isu lingkungan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau