Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/05/2023, 15:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa planet Bumi sedang berjuang untuk memenuhi tuntutan hidup manusia.

Tekanan pada sumber daya dan habitat Bumi terus meningkat dan membawa kita ke dalam keruntuhan ekosistem dan krisis iklim.

Pada saat yang sama, manusia terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup saat krisis ekonomi menghantui.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka dapat menghemat pengeluaran dengan membangun dan menciptakan rumah seefisien mungkin.

Baca juga: Panduan Menerapkan Gaya Hidup Hemat Energi di Sekolah

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menghemat, terutama konsumsi energi listrik adalah dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Pada gilirannya, gaya hidup serba hemat ini dapat menekan ongkos pengeluaran dalam bentuk tagihan listrik yang jauh lebih rendah ketimbang sebelumnya.

Tentu saja tidak sekadar menempatkan tanaman pot, atau menanam pohon tertentu, melainkan bagaimana kita secara cerdas mengendalikan teknologi perangkat rumah menjadi pendorong pengurangan emisi karbon.

1. Pengatur suhu ruangan atau Air Conditioner (AC)

AC mudah dikontrol melalui termostat. Satu-satunya hal yang penting adalah bagaimana kita mengaturnya.

Nyalakan AC hanya saat kita berada di rumah. Termometer yang dapat diprogram memungkinkan kita menyetel pendingin menyala sesaat sebelum kita tiba di rumah.

Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin ketimbang AC saat suhu tidak terlalu tinggi.

Efisiensi energi dari sistem AC  juga penting. Cobalah mengganti sistem AC lama dengan energy star yang menguntungkan atau peringkat efisiensi yang sebanding.

2. Pencahayaan

Pencahayaan menyumbang lima persen dari penggunaan energi rumah tangga.

Banyak hal telah berubah secara besar-besaran dengan penggunaan lampu fluorescent, dan terutama dengan pencahayaan LED yang tersedia secara luas.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bantu Masyarakat Rentan, DBS Foundation Beri Danah Hibah Rp 3 Milyar untuk UKM

Bantu Masyarakat Rentan, DBS Foundation Beri Danah Hibah Rp 3 Milyar untuk UKM

Swasta
Desekularisasi Entitas Alam

Desekularisasi Entitas Alam

Pemerintah
 Cegah Iklim, Kapuas Hulu Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan

Cegah Iklim, Kapuas Hulu Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan

LSM/Figur
KESDM: Aturan Turunan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Sudah Diharmonisasi

KESDM: Aturan Turunan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Sudah Diharmonisasi

Pemerintah
Nyaris 3 Bulan Tak Hujan, 3 Provinsi Ini Mulai Kekeringan

Nyaris 3 Bulan Tak Hujan, 3 Provinsi Ini Mulai Kekeringan

Pemerintah
Walhi: Banjir di Halmahera Tengah Akibat Kerusakan Bentang Alam

Walhi: Banjir di Halmahera Tengah Akibat Kerusakan Bentang Alam

LSM/Figur
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BLDF Tanam 3.000 Bibit di Pesisir Semarang

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BLDF Tanam 3.000 Bibit di Pesisir Semarang

Pemerintah
PT GNI Gelar Agenda 'Pikat Rasa': Ajak Masyarakat dan Generasi Muda di Area Smelter untuk Kurangi Sampah 

PT GNI Gelar Agenda "Pikat Rasa": Ajak Masyarakat dan Generasi Muda di Area Smelter untuk Kurangi Sampah 

Swasta
Semarak Hari Anak Nasional di Mandalika, ITDC dan Yayasan GNI Gelar Program Mandalika CLC

Semarak Hari Anak Nasional di Mandalika, ITDC dan Yayasan GNI Gelar Program Mandalika CLC

BUMN
Akibat Perubahan Iklim, Ikan di Lautan Bisa Menyusut 10 Persen

Akibat Perubahan Iklim, Ikan di Lautan Bisa Menyusut 10 Persen

LSM/Figur
Jadi Bom Waktu, Kebutuhan Air di Jakarta Lebih Besar daripada Debitnya

Jadi Bom Waktu, Kebutuhan Air di Jakarta Lebih Besar daripada Debitnya

LSM/Figur
Investasi Energi Terbarukan Stagnan, Pemerintah Perlu Ringkas Prosedur

Investasi Energi Terbarukan Stagnan, Pemerintah Perlu Ringkas Prosedur

LSM/Figur
Menteri PPPA-MRP Dorong Perempuan Papua Berdaya, Mulai dari Ekonomi

Menteri PPPA-MRP Dorong Perempuan Papua Berdaya, Mulai dari Ekonomi

Pemerintah
Unik dan Bermanfaat, Sumpit Bekas Pakai Bisa Diolah Jadi Barang Baru

Unik dan Bermanfaat, Sumpit Bekas Pakai Bisa Diolah Jadi Barang Baru

Swasta
Jika Ingin Genjot Investasi EBT, Pemerintah Harus Perbaiki Regulasi

Jika Ingin Genjot Investasi EBT, Pemerintah Harus Perbaiki Regulasi

LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com